Langsung ke konten utama

(Day 21) KKL-DR 2020 IAIN Padangsidimpuan

4/08/2020
Instagram

Assalamu'alaikum Sahabat Fillah

"Munafik" cukup banyak difirmankan Allah Swt di Al Quran, diantaranya seperti contoh terjemahannya dan jgn lupa semangat membaca kebenaran tafsir, hadis dan mazhabnya:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Saw., beliau bersabda: "Tanda orang munafik ada tiga, 1) Apabila berkata dia berdusta, 2) Jika berjanji dia ingkar, 3) Apabila diberi amanat dia berkhianat." (Hadis ini diriwayatkan oleh Al Bukhari, nomor hadis 33).

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru r.a., bahwa Nabi Saw, pernah bersabda: "Ada empat sifat yang bila dimiliki oleh siapapun maka dia adalah seorang munafik yang jelas, dan siapapun yang memiliki salah satu dari sifat-sifat tersebut, maka dia memiliki satu sifat kemunafikan sampai dia meninggalkannya, yaitu: 1) Jika diberi amanat dia berkhianat, 2) Apabila berbicara dia berdusta, 3) Jika membuat perjanjian dia langgar, 4) Apabila berselisih dia berbuat jahat." (Hadis ini diriwayatkan oleh Al Bukhari, nomor hadis 34).

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar” (QS. Al `Ankabut: 45).
 
Boleh jadi kita merasa lega karena telah menunaikan shalat.  Terutama shalat wajib lima waktu.  Namun adakah rasa kuatir di hati kalau-kalau shalat-shalat yang telah digunakan tidak diterima Allah?
 
Rasa kuatir demikian sepatutnya selalu hidup di lubuk hati.  Apalagi tak tertutup kemungkinan, kita termasuk dalam golongan orang-orang yang memang rajin melaksanakan shalat tapi berhati munafik.  Sifat-sifat shalat orang munafik dijelaskan dalam Alquran: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah sedikit sekali” (QS. An-Nisaa: 142).
     
Lebih lanjut, tanda-tanda tidak beresnya shalat dapat dilihat atau dirasakan sendiri ketika berhadapan dengan perbuatan-perbuatan keji dan mungkar.  Maksudnya, meskipun melaksanakan shalat, tidak ada kemauan untuk meninggalkan perbuatan keji dan mungkar.  Padahal Rasulullah SAW mengingatkan bahwa siapa saja yang shalatnya tak mencegahnya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya shalatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah SWT dan jauh dariNya.

#KKLIainPadangsidimpuan2020



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenis-jenis Pernikahan di Budaya Tapanuli