Analisis Artikel "Moderasi dan Harmoni Beragama dalam Surat Tumbaga Holing Batak Angkola".

Nama: Aisyah Islamiah Ritonga

Nim: 1720100010

Jurusan: PAI

Ruang: PAI 4

Dosen Pengampu: Dr.  Zainal Efendi Hasibuan,  M. A

Analisis saya mengenai "Moderasi dan Harmoni Beragama dalam Surat Tumbaga Holing Batak Angkola" dari artikel Dr.  Zainal Efendi Hasibuan, M. A

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Pertama,  analisis artikel yang telah dikirim bagian 1 ialah saya baru tahu mengenai surat "Tumbaga Holing" adalah poda atau ajaran yang tidak tertulis dan menjadi tata krama kehidupan masyarakat batak Angkola. 

Dan surat "Tumbaga Holing" itu disebut sebagai "Dalihan Natolu" (Tungku Tiga).  Tang perannya sangat penting dalam kehidupan masyarakat batak.  

Dan apabila ada yang bermasalah dari salah satu ke 3 "Dalihan Natolu" tersebut,  maka keseimbangannya dlam berkerabat atau bermasyarakat akan rusak  dan tidak stabil. 

Kedua,  analisis yang diambil dari artikel bapak yg dikirim bagian keduanya ialah saya dapat mengungkapkan bahwa dari ke 3 "Dalihan Natolu" itu adalah:

a.  Mora,  yaitu sngat dihormati dikalangan masyarakat masyarakat batak.  Karena telag memberikan putrinya untuk dinikahi oleh anak boru dari marga lain.  Maka anak boru tersebut tidak akan berani untuk melawan moranya. 

b.  Kahanggi,  yaitu disebut sebagai dongan sabutuha atau dongab samarga atau pardonganon (sa ama sa ina/ samudar/ sahaturunan). 

c.  Anak Boru,  yaitu disebut sebagai "Na Gogo Manjunjung". Maksudnya adalah sebagai anak boru sangat berperan penting bagi moranya.  Ia akan selalu membela dan bekerja keras untuk moranya. Karen ia telah menikahi putri dari moranya tersebut.  Maka anak boru akan melakukan apa saja dan berusaha untuk membagiakan moranya. 

Ketiga,  analisis bagian ke 3 yg telah dikirim linknya ke via whatsapp oleh bapak pengampu yaitu saya dapat memahami bahwa "Dalihan Natolu" haruslah membuat keputusan yang sama.  Tidak saling menjatuhkan,  tapi saling menghormati dan menghargai.  Tapi jika ada yang merasa tersakiti satu sama lain,  maka keseimbngan tersebut akan mulai goyah. 

Keempat,  saya dapat mengambil kesimpulab bahwa "Dalihan Natolu" harus saling tolong menolong.  Dan menjadi saty ikatan keluarga,  yang tidak memandang perbedaan dan selalu bersikap harmonis. 

Sekian dari saya,  semoga bermanfaat bagi pembaca.  Analisis ini bertujuan untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah "Islam Budaya Tapanuli". Yang diampu oleh bapak Dr.  Zainal Efendi Hasibuan,  M. A.  Sebagai dosen pada jurusan PAI (Pendidikan Agama Islam)  di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu keguruan IAIN Padangsidimpuan.  

Wassalam. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenis-jenis Pernikahan di Budaya Tapanuli